Breaking

Panduan Aman Gadai Sertifikat Rumah Anda

Gadai sertifikat rumah

Selain BPKB kendaraan, sertifikat rumah seringkali dijadikan sebagai jaminan pinjaman dana tunai. Jaminan ini memiliki nilai yang besar sehingga cocok untuk debitur yang membutuhkan dana besar hingga miliaran rupiah. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati karena risikonya juga besar. Untuk itu, berikut telah kami ringkaskan panduan aman gadai sertifikat rumah.

Panduan Aman Pinjaman Dana Jaminan Sertifikat Rumah


Berikut panduan yang perlu diikuti oleh calon debitur agar tidak mengalami kerugian saat menggadai sertifikat.



Rasio Hutang Tidak Melebihi Penghasilan


Pengajuan pinjaman dana dengan menggunakan sertifikat rumah sebagai jaminan lebih mudah diproses dibandingkan BPKB. Tidak hanya itu, batas dana yang dapat dicairkan juga lebih tinggi. Meskipun begitu, Anda tetap harus mempertimbangkan penghasilan setiap bulannya untuk menentukan besaran hutang. Pasalnya, pihak kreditur juga tidak akan berani mengeluarkan pinjaman dana besar apabila penghasilan debitur rendah.

Agar bisa disetujui dengan mudah, sebaiknya rasio hutang tidak melebihi 30% pemasukan setiap bulannya. Selain proses pengajuan, rasio ini juga akan mempermudah debitur dalam melunasi hutang nantinya. Bahkan, rasio ini juga menjadikan sertifikat rumah semakin aman karena terhindar dari kredit macet.

Mengajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan


Rumah merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat sehingga nilainya cenderung tinggi jika dibandingkan aset lainnya. Oleh sebab itu, gadai sertifikat tidak bisa dianggap sepele. Jika Anda mengalami kredit macet, maka resiko terbesarnya adalah kehilangan rumah tersebut.

Nantinya, pinjaman dana yang diberikan oleh kreditur tergantung pada nilai properti yang dimiliki debitur. Biasanya, pihak penyedia jasa pembiayaan akan memberi pinjaman sebesar 80% dari nilai properti. Besaran tersebut merupakan limit dari pinjaman sehingga tidak bisa melebihinya. Meski begitu, sebaiknya Anda mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan saja.

Meskipun kreditur menawarkan pinjaman melebihi kebutuhan Anda, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu risikonya. Semakin besar pinjaman yang diajukan, akan semakin besar pula bunga yang dibayarkan. Jadi, angsuran debitur setiap bulannya juga akan bertambah besar.

Menggunakan Lembaga Terpercaya


Mengingat rumah merupakan aset utama Anda dan keluarga, maka harus berhati-hati dalam memilih lembaga tempat gadai sertifikat. Jika debitur tersebut ternyata penipu, maka resiko terburuknya adalah kehilangan rumah. Saat memilih lembaga keuangan, jangan sekali-kali terlena dengan besarnya pinjaman ataupun kecepatan prosesnya.

Selain itu, pastikan juga lembaga pembiayaan tersebut telah mendapatkan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan. OJK akan memberikan jaminan pada setiap transaksi yang Anda lakukan. Faktor-faktor lain yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan yaitu reputasi dan identitas lembaga.

Agar pinjaman lebih ringan, tidak ada salahnya melakukan beberapa perbandingan lembaga sehingga mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah. Selain itu, perhatikan juga tenor yang ditawarkan oleh kreditur. Biasanya. Pinjaman dana menggunakan jaminan sertifikat rumah memiliki tenor yang lebih lama.

Salah satu lembaga keuangan yang dapat dipercaya untuk menggadai sertifikat yaitu BFI Finance. Jasa ini melayani pembiayaan dengan menggunakan sertifikat rumah ataupun ruko sebagai jaminan. Untuk sertifikat ruko, debitur bisa menggunakan ruko bekas atau baru siap huni. Debitur bisa mendapatkan pinjaman suku bunga murah dengan tenor hingga 5 tahun.

Demikian tadi panduan aman untuk gadai sertifikat rumah yang dapat Anda terapkan. Jika tertarik menggadai BPKB di BFI, Anda membutuhkan dokumen pendukung seperti formulir aplikasi, fotokopi KTP, KK, aka nikah jika berkeluarga, NPWP, rekening koran dan slip gaji 3 bulan terakhir.



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.