Kamis, 22 September 2016

Dari Finalis Hult Prize Hingga Juara Dunia Kompetisi Roboboat


Hult Prize merupakan kompetisi dalam bidang pengembangan ide start-up yang tepat guna untuk menyelesaikan permasalahan global seperti akses air bersih, kelaparan, dan lain-lain. Hult Prize diinisiasi oleh Hult International Business School. Peserta kompetisi ini adalah mahasiswa dari seluruh universitas di dunia. Delegasi Universitas Indonesia berhasil masuk menjadi finalis Pada kompetisi Hult Prize 2016. Tim yang beranggotakan empat orang mahasiswa dari berbagai fakultas berhasil membuat start-up yang meloloskan mereka menjadi finalis. Satu lagi prestasi yang diraih, yang bisa meyakinkan kamu untuk study in Indonesia

Tri Ahmad Irfan (Ilmu Komputer 2013), Arita Gloria Zulkifli (Ilmu Politik 2013), Aditya Rian Anggoro (Alumni Fakultas ekonomi), Cania Citta Irlanie (Ilmu Politik 2013). Tim delegasi Universitas Indonesia ini memilih bidang industri makanan sebagai kategori start-up. Permasalahan global terkait industri ini adalah distribusi makanan bergizi. Tim ini mencoba mengembangkan ide membuat sebuah dapur besar yang dapat mencukupi kebutuhan gizi di wilayah Jabodetabek. Tim ini merancang sistem rantai distirbusi yang efisien sehingga makanan dapat diantar dan diterima oleh masyarakat dalam kondisi hangat. Sistem ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. 

Tim lain dari Universitas Indonesia yang juga mengukir prestasi di tingkat dunia adalah Autonomous Marine Vehicle Team Universitas Indonesia (AMV UI) menjadi Juara Dunia ke-5 dalam ajang kompetisi kapal 9th Roboboat Competition di Virginia Beach, Amerika Serikat. Tim ini merancang dua buah kapal yaitu Makara-05 yang merupakan kapal tanpa awak (drone permukaan laut) dan Makara-06 (drone bawah laut). Keunggulan Makara-05 dan Makara-06 adalah pada kecepatan kapal, kemampuannya melakukan manuver serta kemampuan merekam gambar, video, sekaligus deteksi bentuk dipermukaan serta di bawah laut. 

Dengan keunggulan tersebut, Makara-05 dan Makara-06 diharapkan menggantikan kerja manusia baik di permukaan maupun bawah laut. Rancangan drone ini dapat diaplikasikan dalam bidang pertahanan keamanan, penelitian bawah laut, serta penanganan bencana. Tim ini berhasil mengungguli tim dari Michigan University, Embry-Riddle Aeronautical University, keduanya universitas di Amerika Serikat, serta Universitas Ulsan dari Korea Selatan. Bagaimana, mantap ya untuk study in Indonesia?.
Copyright © 2014 Pangeran Tadas