Senin, 15 Agustus 2016

Teknologi Tepat Guna: Pemanfaatan Pelepah Sawit Jadi Energi Biomassa

Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit dengan luas wilayah 10,9 juta hektar atau setara dengan luas 18 kali wilayah negara Brunei Darusalam. Sehingga tidak mengherankan jika perkebunan sawit indonesia merupakan perkebunan sawit terluas di dunia. Luasnya kebun ini menimbulkan persoalan yaitu menumpuknya sampah palepah sawit. 
Palepah yang harus dipangkas setiap tahunnya mencapai 8,6 ton per hektar kebun. Artinya setiap tahunnya di indonesia terdapat 93,7 juta ton sampah pelepah sawit. Dan sampai saat ini, sebagian besar tumpukan sampah itu belum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatan yang potensial adalah menjadikannya sebagai sumber energi biomassa, energi alternatif yang berasal bahan biologis yaitu tanaman. 

Secara teknis, pemanfaatan pelepah sawit ini sebagai energi biomassa dengan cara pengempaan pelepah sawit bertekanan tinggi dengan menggunakan mesin pelet sehingga pelepah sawit menjadi biopelet yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga dan pembangkit listrik. Biopelet merupakan jenis bahan bakar berbasis limbah biomassa yang memiliki ukuran lebih kecil dari bricket atau batu bara. 

Menurut perhitungan, nilai energi biopelet pelepah sawit adalah 3650 kkal tiap 1 kg, nilai ini setara dengan biopelet dari cangkang sawit dan lebih baik dari energi yang berasal dari kayu bakar yakni 3500 kkal tiap 1 kg dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan biopelet tandan kosong kelapa sawit yang hanya 1510 kkal/kg.

Kebesaran dan kesuksesan seringkali diiringi dengan pengabaian dan kemubaziran. Pelepah yang kini adalah limbah yang melimpah ruah, dengan adanya inovasi bisa diubah menjadi berkah yang terus bertambah. Energi biomassa dari pelepah sawit salah satu contohnya. Selain itu, inovasi ini memiliki keunggulan jika diandingkan dengan bahan bakar minyak maupun batu bara. 

Kelebihannya waktu memasak lebih cepat jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak maupun batu bara.Selain itu, lebih mudah dinayalakan atau dimatikan dibandingkan bahan bakar minyak tanah maupun batu bara. Dan yang terpenting energi ini merupakan energi alternatif. Sumber-sumber energi alternatif harus banyak dikembangkan mengingat persedian sumber-sumber energi yang ada sekarang mulai menipis keberadannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Pangeran Tadas